Alhamdulillah... Di sebalik apa saja yang orang cakap pada aku.... apa saja yang orang buat pada aku... I managed to get through...
This door must be old and weary... but who might knows what's inside it...
Tertutup satu pintu.... terbuka beribu lagi pintu... Itulah yang dapat aku gambarkan ketika ni. Berkat aku percaya pada rezeki dan Allah itu maha kaya, Dia takkan membuatkan hamba-Nya menanggung sesuatu beban yang tidak dapat ditanggung oleh hamba-Nya. Maha Suci Allah.
Kesabaran aku selama ini... menunggu dan berusaha untuk yang terbaik membuatkan aku berfikir yang masa depan bukan di tangan sesiapa melainkan diri kita sendiri. Kalau kita terlalu mengharapkan orang lain untuk menentukan kehidupan kita.... kita mungkin tidak ke mana. Jadi, aku cuba mengawal kehidupan aku.... Aku mahukan yang terbaik untuknya. Sudah cukup puas aku mengeluh dan rasa tak bahagia. Mungkin ini masanya.
Terima kasih Allah di atas segala kurnia-Mu. Aku bersyukur kerana dimurahkan rezeki. Di hari Jumaat ini aku sujud merendah diri kepada-Nya dan redha atas apa saja pemberian-Nya. Amin.
"All day I think about it, then at night I say it.
Where did I come from, and what am I supposed to be doing?
I have no idea. My soul is from elsewhere,
I'm sure of that, and I intend to end up there.
This drunkenness began in some other tavern.
When I get back around to that place,
I'll be completely sober.
Meanwhile, I'm like a bird from another continent,
sitting in this aviary.
The day is coming when I fly off,but who is it now in my ear who hears my voice?
Who says words with my mouth?
Who looks out with my eyes?
What is the soul? I cannot stop asking.
If I could taste one sip of an answer,
I could break out of this prison for drunks.
I didn't come here of my own accord, and I can't leave that way.
Whoever brought me here, will have to take me home."
- Mowlana Jalaludin Rumi